Sala Hatedu 12 Surakarta dan Palemahan UKM Seni Nanggala

Sala Hatedu 12 Surakarta dan Palemahan UKM Seni Nanggala

Bangkalan, 06 Agustus 2025—Anantara derap langkah seniman berbagai penjuru tanah nusantara, UKM Seni Nanggala menyuarakan doa tanah, manusia, dan semesta melalui pertunjukan teater bertajuk “Palemahan” pada gelaran Sala Hatedu 12: Merajut Mimpi Panggung Indonesia di Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta, 7–10 Juli 2025. Acara yang digagas oleh Omah Kreatif Arturah dan didukung oleh Taman Budaya Jawa Tengah ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Teater Dunia. 

UKM Seni Nanggala menghadirkan "Palemahan" yang dimaknai sebagai ruang eksistensial manusia—baik secara fisik maupun spiritual. Karya ini terinspirasi dari filosofi "Nanggala" bagi masyarakat Madura serta filosofi Tri Hita Karana yang juga selaras dengan nilai-nilai Islam: menjaga hubungan dengan Tuhan (Parahyangan), sesama manusia (Pawongan), dan dengan alam semesta (Palemahan). Pertunjukan ini menyuarakan kegelisahan manusia modern yang semakin jauh dari akar, tapi juga merindukan pulang. Sebuah pertanyaan sederhana menggaung di atas panggung:“Membajak, kapan panen?” yang kemudian menemukan jawaban, "Bukan tentang kapan panen, tapi tentang apa yang ditanam”. Pertunjukan ini menyentuh isu lingkungan, dimensi spiritual, dan sosial manusia—sebuah tafsir tentang krisis, migrasi, dan harapan.

Dengan tema besar “Merajut Mimpi Panggung Indonesia”, Sala Hatedu 12 mengajak para pelaku seni menganyam mimpi bersama—bahwa panggung bukan hanya milik kota besar, tapi juga ruang-ruang lokal yang terus menumbuhkan ekosistem seni. Partisipasi UKM Seni Nanggala menjadi bagian dari pertemuan lintas ruang dan lintas generasi dengan Palemahan yang ditanam di panggung Surakarta. Barangkali panennya belum sekarang, tapi benihnya—kesadaran akan relasi dengan tanah—mulai tumbuh, dalam hati siapa saja yang menafsirkannya.

Oleh: Intan Ramadhani

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

NYUKUR ikut memeriahkan NGABUBER

UKM Seni Nanggala Ruwat Rawat Segoro Gunung: Sebuah Persembahan di Eksotika Bromo 2025

Omba’ Trunojoyo: Tarian UKM Seni Nanggala Jadi Sorotan di STKW Surabaya