SETELAH PANGGUNG DIBONGKAR, KE MANA ARAH SENI BERLABUH?
SETELAH PANGGUNG DIBONGKAR, KE MANA ARAH SENI BERLABUH? Oleh: Intan Ramadhani Catatan dari Ruang Persimpangan dalam Seperempat Abad Perjalanan UKM Seni Nanggala Seorang anak laki-laki berdiri cukup lama di seberang panggung setelah pertunjukan selesai. Orang-orang berangsur meninggalkan ruangan. Lantai dan tribun di segala sisi yang padat, sesak, kini mulai kosong dan berjarak. Dari belakang terdengar suara panitia. Sejumlah pemain mengganti kostum. Beberapanya mengobrol sambil berjalan menuju pintu. Musik berhenti, tetapi melodinya tinggal di kepala. Anak laki-laki itu masih di sana, berdiri menghadap panggung yang mulai kehilangan fungsinya. Penerangan yang menyorot tubuh para aktor dimatikan. Tidak ada lagi cerita yang bergerak di atas panggung. Hanya ruang kosong dan beberapa panitia yang sibuk-gelibuk mengembalikan kepada keadaan semula. Saya memerhatikan sebagai seseorang yang selama berbulan-bulan hirup, hidup di tengah persiapan acara ini, memikirkan kemungkinan yang jauh lebih...