Postingan

Diklat Topeng Ketawa 2025: Smaranarsa Menyapa Semesta

Gambar
Diklat Topeng Ketawa 2025: Smaranarsa Menyapa Semesta Bangkalan, 18 November 2025— Di atas tanah Taman Belajar Labuhan Mangrove yang bernapas tenang, UKM Seni Nanggala menulis bab perjalanan. Pada 31 Oktober hingga 02 November 2025, calon anggota tetap angkatan 2025 menyelami makna Smaranarsa dalam acara Diklat Dasar Topeng Ketawa 2025. Dari “smara”: ingatan, kesadaran dan “narsa”: rasa, jiwa. Smaranarsa merupakan sebuah ajakan untuk mengingat kembali dari mana keindahan berawal; hati yang sadar, jiwa yang peka, dan rasa yang tumbuh bersama kehidupan. Hari pertama Diklat Dasar Topeng Ketawa 2025 dibuka dengan ruang belajar. Para calon anggota diajak mengenal wajah organisasi, memahami arah riset, dan merangkai kata menjadi narasi. Bahwa menjadi seniman berarti juga menjadi manusia yang berpikir, merasa, dan bertanggung jawab pada alam. Pagi di hari kedua membawa langkah ke lapangan. Riset menjadi perjalanan tubuh dan pikiran; menggenggam realitas, mendengar cerita, mengumpulkan jejak y...

KOLONI: Kosa Loka Nila, Pentas Perdana UKM Seni Nanggala 2025

Gambar
KOLONI: Kosa Loka Nila, Pentas Perdana UKM Seni Nanggala 2025 Bangkalan, 17 Desember 2025— UKM Seni Nanggala sukses menggelar Pentas Perdana 2025 yang berlangsung di Gedung Student Center, Universitas Trunojoyo Madura. Acara ini menjadi ruang ekspresi awal bagi calon anggota tetap UKM Seni Nanggala sekaligus medium reflektif untuk menyuarakan isu sosial melalui seni pertunjukan. Mengusung tema “KOLONI: Kosa Loka Nila”, pentas perdana 2025 menghadirkan tafsir mendalam melalui tiga elemen utama yang saling berkelindan. Kosa dimaknai sebagai bahasa seni (musik, tari, dan teater). Loka merepresentasikan dunia atau ruang. Sementara nila melambangkan kedalaman emosi. Warna biru menjadi simbol kehampaan yang tertinggal dan kedalaman batin yang ditinggalkan. Pentas perdana merupakan salah satu tahapan penting dari beberapa rangkaian calon anggota UKM Seni Nanggala—sebagai bentuk pembuktian untuk menjadi anggota tetap UKM Seni Nanggala. Dalam acara ini dua pertunjukan utama ditampilkan sebagai...

Nyangkruk Budaya Musik: UKM Seni Nanggala Hadirkan Budayawan Madura—Eko Septiawan

Gambar
Nyangkruk Budaya Musik: UKM Seni Nanggala Hadirkan Budayawan Madura—Eko Septiawan Bangkalan, 17 Desember 2025— UKM Seni Nanggala menggelar acara Nyangkruk Budaya Musik pada 23 November 2025 dengan menghadirkan pegiat seni dan budayawan Madura—Eko Septiawan. Ia merupakan sosok dengan rekam jejak kuat di dunia musik tradisi, antaranya Penyaji Terbaik Musikalisasi Puisi Jawa Timur, Penata Musik Terbaik Festival Lagu Daerah Jawa Timur, Pemuda Pelopor Jawa Timur 2024, hingga Komposer Terbaik Festival Musik Daul se-Madura. Dalam nyangkruk budaya musik, beliau membahas notasi kepatihan, perbedaan laras Pélog–Sléndro, serta bagaimana musik daul Madura berkembang dengan karakter bebas dan spontan. Ia menjelaskan bahwa meski notasi kepatihan dikenal dengan sistem angka (1–7), musik daul tidak terikat pakem tertentu dan lebih mengikuti rasa, kreativitas, serta kebutuhan pemainnya. Beliau juga menekankan bahwa esensi bermusik bukan sekadar mematuhi aturan, melainkan juga memahami irama, rasa, dan ...

Day 4 Trunojoyo Art Festival 2025 UKM Seni Nanggala

Gambar
Day 4 Trunojoyo Art Festival 2025 UKM Seni Nanggala Bangkalan, 14 Desember 2025— Hari keempat Trunojoyo Art Festival 2025 pada 27 Oktober 2025 menjadi penutup perjalanan panjang Dies Natalis ke-24 UKM Seni Nanggala. Malam itu panggung menjadi ruang hening yang menyala—tempat tubuh, bahasa, dan ingatan berpadu dalam satu tarikan napas kesenian. Dari Perempuan Ekspresif, tersaji “Long Nolongen”, yang berarti 'tolong menolong'. Pertunjukan ini mengangkat nilai sosial yang mengakar dalam keseharian masyarakat Madura. Di dapur—ruang yang kerap luput dari sorotan—perempuan menemukan kekuatan. Dapur menjadi ruang sosial, tempat cerita, tawa, dan solidaritas tumbuh. Melalui simbol-simbol peralatan masak, bahan-bahan makanan, hingga dinding rumah yang menyimpan jejak generasi, Long Nolongen merupakan potret gotong royong masyarakat Madura. Dari Blocking Theater Surabaya, “Chala” menembus ruang batin manusia; tentang kejujuran, kesadaran, dan perubahan. Melalui gerak, cahaya, dan bunyi, ...

Day 3 Trunojoyo Art Festival 2025 UKM Seni Nanggala

Gambar
Day 3 Trunojoyo Art Festival 2025 UKM Seni Nanggala Bangkalan, 13 Desember 2025— Hari ketiga Trunojoyo Art Festival 2025 pada 26 Oktober 2025 dalam rangka Dies Natalis ke-24 UKM Seni Nanggala menghadirkan rangkaian pertunjukan yang menjadi ruang pertemuan antara bunyi, gerak, dan ingatan tentang tanah, waktu, dan tubuh yang berdenyut dalam semangat Nusantara. Dari Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta dengan pertunjukan musik “Lokantara”, yang berarti Karya Lokal Nusantara. Melalui alunan yang merangkul ragam bunyi dari Banyuwangi, Bali, Papua, Kalimantan, Madura, hingga Jawa, Lokantara menjadi perayaan atas keberagaman dan harmoni. Setiap daerah menyumbang warna dan irama, berpadu menjadi komposisi musik yang dinamis. Dalam Lokantara, suara daerah tidak hanya terdengar—mereka bergaung sebagai identitas yang hidup, mengalun sebagai satu tubuh. Dari Sanggar Seni Dharma Budaya, tersaji pertunjukan tari “Gatra Paravan”, cermin perjalanan waktu yang berakar pada nilai sejarah masa lampau. Per...

Day 2 Trunojoyo Art Festival 2025 UKM Seni Nanggala

Gambar
Day 2 Trunojoyo Art Festival 2025 UKM Seni Nanggala Bangkalan, 12 November 2025— Pada hari kedua Dies Natalis UKM Seni Nanggala ke-24 tanggal 25 Oktober 2025, panggung Trunojoyo Art Festival 2025 menjadi wadah bagi tiga perupa performance art ; Artyoulooking, Dwi Januartanto, dan Lamijan—tiga tubuh yang berbeda, tapi sama-sama mengurai pencarian tentang manusia dan semestanya. Artyoulooking menafsirkan kehidupan sebagai ruang metamorfosis: manusia diberi waktu untuk menempuh perubahan jiwa dan raga. Tiap akhir bukanlahpenutup, melainkan gerbang menuju garis takdir baru. Tak semua perubahan lahir dari keindahan—ada yang tumbuh dari luka, berakar pada dendam, dan menyala dalam amarah. Sebuah perjalanan yang menyingkap cahaya dan bayangan, pilihan dan keterpaksaan. Dwi Januartanto mengajak penonton menapak dalam kenangan; mengganti sepatu lama dengan yang baru, lalu menginjakkan kaki di atas kanvas—meninggalkan jejak yang menjelma menjadi artefak. Dari kebiasaan masa kecil yang kini memud...

Day 1 Trunojoyo Art Festival 2025 UKM Seni Nanggala

Gambar
Day 1 Trunojoyo Art Festival 2025 UKM Seni Nanggala Bangkalan, 12 November 2025— Suasana malam di Gedung Student Center, Universitas Trunojoyo Madura terasa hangat ketika lampu-lampu mulai menyala, menandai bermulanya Trunojoyo Art Festival 2025. Acara ini merupakan puncak perayaan Dies Natalis UKM Seni Nanggala ke-24, sebuah momentum reflektif atas perjalanan panjang berkarya di lingkungan kampus. Pada hari pertama tanggal 24 Oktober 2025, panggung pementasan menampilkan tiga pertunjukan; Teater UKM Seni Nanggala, Tari oleh Dian Ayu Lestari, serta Musik Kolaborasi Dr. Chairul Slamet, M.Sn bersama UKM Seni Nanggala, Noriko, dan Iing Sayuti. Ketiganya berpadu menghadirkan kesatuan makna, seni sebagai cara manusia membaca dan memandang kehidupan. Pertunjukan teater UKM Seni Nanggala bertajuk Tanda Baca membuka malam dengan konsep simbolik yang mengajak penonton merenungi cara manusia memahami kehidupan modern. Dalam pertunjukan ini, tanda baca sebagai metafora ritme hidup; kapan berhent...