Workshop Metode Penciptaan Karya sebagai Rangkaian Menuju Dies Natalis ke-24

Workshop Metode Penciptaan Karya sebagai Rangkaian Menuju Dies Natalis ke-24


Bangkalan, 21 September 2025—UKM Seni Nanggala menyelenggarakan Workshop Metode Penciptaan Karya dengan menghadirkan Mas Anwari sebagai pemateri. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Minggu, 31 Agustus 2025 dan Senin, 1 September 2025 yang bertempat di Aula RKB-C Fakultas Keislaman.

Workshop Metode Penciptaan Karya menjadi rangkaian pertama dari banyaknya rangkaian acara menuju puncak Dies Natalis UKM Seni Nanggala yang ke-24. Acara ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan dan wawancara kreatif anggota sekaligus membuka ruang refleksi atas perjalanan panjang UKM Seni Nanggala dalam berkesenian.

Selama workshop berlangsung, materi yang disampaikan Mas Anwari berfokus pada tiga aspek utama pengkaryaan: impresi, persepsi, dan esensi. Melalui contoh sederhana seperti kopi—impresi (hitam), persepsi (pahit), dan esensi (mengandung kafein)—pemateri menjelaskan bahwa setiap karya lahir dari pengamatan, analisa, hingga penggalian akar makna. Proses penciptaan juga menekankan analisa material dari aspek sejarah, ekonomi, ekologi, sosial, budaya, industri, hingga agama.

Hari pertama workshop diisi dengan penyampaian materi dan pemutaran video performance art pada pagi hingga siang, kemudian dilakukan pembentukan kelompok dan diskusi analisa material pada sore hari, serta presentasi hasil diskusi kelompok secara bergantian di malam hari. Hari kedua difokuskan pada diskusi pencarian data, gagasan, dan imaji karya pada pukul 18.30–20.00, lalu ditutup dengan presentasi karya kelompok pada pukul 20.01–22.00.

Menurut pemateri, metode penciptaan karya bersifat personal. Maksudnya setiap masing-masing individu memiliki metode dalam penciptaan karya. Namun, kunci awalnya adalah menemukan akar, lalu mengembangkan melalui eksperimen hingga menghasilkan temuan dan imaji yang dapat diwujudkan ke dalam bentuk karya. Utamanya nilai tawar sebuah pertunjukan terletak pada urgensi, relevansi, dan kontekstualitas.

Dengan terselenggaranya workshop ini, UKM Seni Nanggala berharap seluruh rangkaian Dies Natalis ke-24 dapat menjadi wadah apresiasi sekaligus refleksi, serta menghadirkan karya-karya yang bukan hanya indah secara artistik, melainkan juga bermakna, kontekstual, dan mampu memberi dampak nyata.

Oleh: Intan Ramadhani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NYUKUR ikut memeriahkan NGABUBER

UKM Seni Nanggala Ruwat Rawat Segoro Gunung: Sebuah Persembahan di Eksotika Bromo 2025

Omba’ Trunojoyo: Tarian UKM Seni Nanggala Jadi Sorotan di STKW Surabaya