Nyangkruk Budaya Musik: UKM Seni Nanggala Hadirkan Budayawan Madura—Eko Septiawan

Nyangkruk Budaya Musik: UKM Seni Nanggala Hadirkan Budayawan Madura—Eko Septiawan



Bangkalan, 17 Desember 2025—UKM Seni Nanggala menggelar acara Nyangkruk Budaya Musik pada 23 November 2025 dengan menghadirkan pegiat seni dan budayawan Madura—Eko Septiawan. Ia merupakan sosok dengan rekam jejak kuat di dunia musik tradisi, antaranya Penyaji Terbaik Musikalisasi Puisi Jawa Timur, Penata Musik Terbaik Festival Lagu Daerah Jawa Timur, Pemuda Pelopor Jawa Timur 2024, hingga Komposer Terbaik Festival Musik Daul se-Madura.

Dalam nyangkruk budaya musik, beliau membahas notasi kepatihan, perbedaan laras Pélog–Sléndro, serta bagaimana musik daul Madura berkembang dengan karakter bebas dan spontan. Ia menjelaskan bahwa meski notasi kepatihan dikenal dengan sistem angka (1–7), musik daul tidak terikat pakem tertentu dan lebih mengikuti rasa, kreativitas, serta kebutuhan pemainnya.

Beliau juga menekankan bahwa esensi bermusik bukan sekadar mematuhi aturan, melainkan juga memahami irama, rasa, dan etika berkarya. Menurutnya kebebasan dalam musik tradisi justru membuka ruang eksplorasi tanpa menghilangkan akar budaya Madura. “Kesuksesan lahir dari dua hal; keyakinan dan tindakan,” pesannya.

Melalui acara Nyangkruk Budaya Musik 2025 UKM Seni Nanggala, diharap generasi muda mengenal kekayaan musik daerah dan berani berkarya tanpa kehilangan identitas budaya.

Oleh: Intan Ramadhani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UKM Seni Nanggala Ruwat Rawat Segoro Gunung: Sebuah Persembahan di Eksotika Bromo 2025

Omba’ Trunojoyo: Tarian UKM Seni Nanggala Jadi Sorotan di STKW Surabaya

Syarat dan Ketentuan Lomba Baca & Cipta Puisi "Puisi di tengah Dunia Isolasi"