Postingan

LOMBA DESAIN BATIK TINGKAT SMA/SMK SE-JATIM 2019

Gambar
UKM Seni Nanggala di usianya yang kian bertambah, tetap konsisten menyuguhkan perpaduan apik budaya nusantara yang terangkum dalam serangkaian kegiatan Dies Natalis ke-18 bertajuk "Sinergitas Budaya dan Karya". Untuk itu sebagai agenda tahunan pula dalam rangkaian Dies Natalis, kami kembali menghadirkan kompetisi "Lomba Desain Batik" tingkat SMA/SMK se-Jawa Timur. Sebagai wadah bagi para anak-anak remaja kreatif yang antusias untuk melestarikan batik sebagai warisan leluhur. UNDUH SYARAT KETENTUAN SERTA FORMULIR LOMBA DIBAWAH INI:  FORMULIR ONLINE LOMBA BATIK 2019 SYARAT KETENTUAN & FORMULIR LOMBA BATIK 2019

LOMBA BATIK SMA/SMK SEDERAJAT SE-JAWA TIMUR

Gambar
PEDOMAN LOMBA DESAIN BATIK LATAR BELAKANG Batik merupakan salah satu karya bangsa Indonesia yang sangat dikagumi oleh bangsa lain. Batik Indonesia juga sudah menjadi warisan budaya tak benda yang diakui oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 dan tanggal tersebut ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai Hari Batik Nasional. Sebuah batik memiliki karakteristik masing masing yang berbeda di setiap daerah di Indonesia. Selain memiliki karakteristik yang berbeda, sebuah batik juga pasti mempunyai makna yang mencerminkan sebuah gambar yang telah tersebut. UKM Seni Nanggala akan menyelenggarakan kegiatan yang bernama Lomba Desain Batik tingkat SMA/SMK/MA Se-derajat di Wilayah Jawa Timur. Kegiatan ini dapat bertujuan u ntuk lebih menggugah ataupun menarik rasa kepedulian masyarakat , menciptakan kreasi baru, serta melestarikan B atik Indonesia terutama di Pulau Madura. Selain itu, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka diesnatalis UKM Seni Nanggala yang ke-XVII Universit...

"PANDAWA" DIES NATALIS UKM SENI NANGGALA KE 17

     Isu tentang krisis identitas saat ini kian marak terjadi pada masyarakat Indonesia. Hal itu menyebar hingga hampir ke seluruh penjuru negeri. Pasalnya, arus globalisasi yang terusmenerus masuk ke negeri ini selalu diterima dengan baik. Salah satu pulau yang ikut terkena dampak arus globalisasi ini adalah pulau MAdura. Penurunan eksistensi kesenian dan kebudayaan di wilayah Madura ini mendorong para pekerja seni kampus terutama UKM Seni Nanggala sebagai suatu organisasi yang bergerak di bidang kesenian dan kebudayaan berusaha untuk mengangkat kembali nilainilai penting yang harus diketahui masyarakat Madura dan Indonesia secara umum tentang dua hal Tersebut guna menjaga eksistensi dan pelestarian budaya dan kesenian nusantara di Madura.      Salah satu acara tahunan yang dilaksanakan setiap tahunnya dalam rangka DIENATALIS UKM SENI NANGGALA Ke-17 yang setiap tahunnya mengangkat isu-isu yang berbeda dari Madura.       Pada tahun 2018 ...

SEKILAS TEMU TEMAN

Indonesia adalah bangsa yang majemuk, Negara yang memiliki ragam kebudayaan, postur sosial yang variatif nan elok dan juga sebuah ekspresi bangunan peradaban yang elegan sekaligus variatif, tergambar beragam kandungan nilai kebersamaan, solidaritas, kegotongroyongan, variatifyang berlandaskan cinta kasih, tak ada batasan ruang untuk berkarya utamanya seni pertunjukan. Sekitar tahun 70-an, teater kampus tetap dengan lebel tidak professional mengalami kemandekan produksi, begitupun teater yang beraktivitas di luar kampus juga mengalami kelesuan. Beberapa pengamat teater mengatakan ini karena adanya pergeseran paradigma tentang teater itu sendiri, akibat dari keritikan terhadap teater-teater yang konvensional yang mendewakan drama turgi, sehingga beberapa komunitas teater mengalami kebingungan, apalagi teater kampus yang selalu gagap dengan arus masuk, selain itu yang paling mempengaruhi adalah para tokoh-tokoh teater cenderung memilih filim sebagai ruang baru dalam ekspresi estetikanya. ...

HANTU DRAMA oleh Mahendra, Language theatre

HANTU DRAMA DALAM PARADE TEATER NUSANTARA UKM SENI NANGGALA UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA Oleh: mahendra TEATER MADURA mungkin masih sebuah konsep. sebuah pencarian tanpa batas terhadap sebuah capaian pengucapan teater yang khas. dengan terus melakukan dialog terus-menerus dengan perubahan yang terjadi di seputar dirinya dan keterbatasan sokongan materi. teater Madura terus di produksi. dengan seluruh problem yang di kandung di dalamnya, teater madura seperti dua jalan di sisi pengetahuan; jalan ke dalam-jalan ke luar identitas.  sebab teater masih seperti pencarian akan keterlepasan manusia dari kungkungan kecemasan-kecemasan sosial-budaya yang melingkupi Madura sebagai sebuah kerja kebudayaan. Dan dalam pemikiran serupa di atas saya pikir ‘parade teater’ penting adanya. Sebagai proses keluar-kedalam, ruang kmunikasi (silaturrahmi budaya), untuk menemukan spirit dan model pengucapan yang baru. Dan Teater Nanggala mencoba itu. Akan tetapi teater Madura –menurut saya, tidak sepenu...

Sehimpun Puisi Anggota UKM Seni Nanggala

Puisi karya : yuyun yumiarti Menyeret kaki kejalan Aku lihat darah membuncah Dari leher, dari dada, dari paha Nafas anyir, menjijikkan, Kalbu busuk, tak sudi mengena Pucat mencat senyum itu! Sembunyikan mayat di ranjaumu Hingga ranjaunya menyacah nyacah rahangku dan rahangmu Biar mereka yang menerka nerka Tahun 2016 Puisi karya : azizah Saat satu lingkaran terang terbang Diatas kita Saat titik kecil yang terang juga terbang Disampingnyta Dan saat say berada dibawahnya Rasanya saya ingin menceritakan betapa Kejamnya lingkaran yang setiap harinya saya pijak Pipi tiba-tiba menjadi lautan Teringat…. Sepenggal bunga layu termakan usia Masih memperjuangkan keharumannya Untuk selalu mekar Tanpa meminta sedikit keharuman Kepada kita bunga yang masih Baru mekar dipagi hari Dan masih banyak bunga layu Yang tidak kita temui yang mampu Memekarkan dirinya sendiri Tahun 2016 Puisi karya : siti wahyuni Beratap langit...
NANGGALAKU, KEBANGGAANKU Oleh: Raifana Rifka Seharusnya aku nulis essay tentang Nanggala, tapi essay yg aku buat ini semacam curhat begitu ya.. tidak apa J yang terpenting adalah aku menulis tentang Nanggala. Ya, UKM tercinta dan tersayang bagiku. Hmm.. Nanggala, gatau kenapa organisasi ini bikin aku begitu tertarik dan ingin mendalami ilmu ilmu seni disini. Membicarakan tentang Nanggala, membuatku flashback pada masa ospek. Saat itu, gak sengaja lewat suatu gedung tua yang namanya Sekretariat Bersama tepatnya di depan Mesjid kampus. (loh, kenapa cerita? Kan disuruh bikin essay-_-sudahlah, apa yang sedang terpikirkan tulis saja) lanjut ya, nah pada waktu yang bersamaan, aku melihat tulisan di tiang dinding yang terpampang nyata dan bertuliskan “NANGGALA”. Dan saat itu juga ada latian teater dan karawitan di teras gedung itu. Disitu saya ingin sekali dan bertekad bahwa aku akan mengikuti organisasi itu. Oohhh nooooo! Essay! Bukan curhat! Kalo disuruh bikin essay mah bikin ...