Postingan

Diklat Topeng Ketawa 2025: Smaranarsa Menyapa Semesta

Gambar
Diklat Topeng Ketawa 2025: Smaranarsa Menyapa Semesta Bangkalan, 18 November 2025— Di atas tanah Taman Belajar Labuhan Mangrove yang bernapas tenang, UKM Seni Nanggala menulis bab perjalanan. Pada 31 Oktober hingga 02 November 2025, calon anggota tetap angkatan 2025 menyelami makna Smaranarsa dalam acara Diklat Dasar Topeng Ketawa 2025. Dari “smara”: ingatan, kesadaran dan “narsa”: rasa, jiwa. Smaranarsa merupakan sebuah ajakan untuk mengingat kembali dari mana keindahan berawal; hati yang sadar, jiwa yang peka, dan rasa yang tumbuh bersama kehidupan. Hari pertama Diklat Dasar Topeng Ketawa 2025 dibuka dengan ruang belajar. Para calon anggota diajak mengenal wajah organisasi, memahami arah riset, dan merangkai kata menjadi narasi. Bahwa menjadi seniman berarti juga menjadi manusia yang berpikir, merasa, dan bertanggung jawab pada alam. Pagi di hari kedua membawa langkah ke lapangan. Riset menjadi perjalanan tubuh dan pikiran; menggenggam realitas, mendengar cerita, mengumpulkan jejak y...

KOLONI: Kosa Loka Nila, Pentas Perdana UKM Seni Nanggala 2025

Gambar
KOLONI: Kosa Loka Nila, Pentas Perdana UKM Seni Nanggala 2025 Bangkalan, 17 Desember 2025— UKM Seni Nanggala sukses menggelar Pentas Perdana 2025 yang berlangsung di Gedung Student Center, Universitas Trunojoyo Madura. Acara ini menjadi ruang ekspresi awal bagi calon anggota tetap UKM Seni Nanggala sekaligus medium reflektif untuk menyuarakan isu sosial melalui seni pertunjukan. Mengusung tema “KOLONI: Kosa Loka Nila”, pentas perdana 2025 menghadirkan tafsir mendalam melalui tiga elemen utama yang saling berkelindan. Kosa dimaknai sebagai bahasa seni (musik, tari, dan teater). Loka merepresentasikan dunia atau ruang. Sementara nila melambangkan kedalaman emosi. Warna biru menjadi simbol kehampaan yang tertinggal dan kedalaman batin yang ditinggalkan. Pentas perdana merupakan salah satu tahapan penting dari beberapa rangkaian calon anggota UKM Seni Nanggala—sebagai bentuk pembuktian untuk menjadi anggota tetap UKM Seni Nanggala. Dalam acara ini dua pertunjukan utama ditampilkan sebagai...

Nyangkruk Budaya Musik: UKM Seni Nanggala Hadirkan Budayawan Madura—Eko Septiawan

Gambar
Nyangkruk Budaya Musik: UKM Seni Nanggala Hadirkan Budayawan Madura—Eko Septiawan Bangkalan, 17 Desember 2025— UKM Seni Nanggala menggelar acara Nyangkruk Budaya Musik pada 23 November 2025 dengan menghadirkan pegiat seni dan budayawan Madura—Eko Septiawan. Ia merupakan sosok dengan rekam jejak kuat di dunia musik tradisi, antaranya Penyaji Terbaik Musikalisasi Puisi Jawa Timur, Penata Musik Terbaik Festival Lagu Daerah Jawa Timur, Pemuda Pelopor Jawa Timur 2024, hingga Komposer Terbaik Festival Musik Daul se-Madura. Dalam nyangkruk budaya musik, beliau membahas notasi kepatihan, perbedaan laras Pélog–Sléndro, serta bagaimana musik daul Madura berkembang dengan karakter bebas dan spontan. Ia menjelaskan bahwa meski notasi kepatihan dikenal dengan sistem angka (1–7), musik daul tidak terikat pakem tertentu dan lebih mengikuti rasa, kreativitas, serta kebutuhan pemainnya. Beliau juga menekankan bahwa esensi bermusik bukan sekadar mematuhi aturan, melainkan juga memahami irama, rasa, dan ...

Day 4 Trunojoyo Art Festival 2025 UKM Seni Nanggala

Gambar
Day 4 Trunojoyo Art Festival 2025 UKM Seni Nanggala Bangkalan, 14 Desember 2025— Hari keempat Trunojoyo Art Festival 2025 pada 27 Oktober 2025 menjadi penutup perjalanan panjang Dies Natalis ke-24 UKM Seni Nanggala. Malam itu panggung menjadi ruang hening yang menyala—tempat tubuh, bahasa, dan ingatan berpadu dalam satu tarikan napas kesenian. Dari Perempuan Ekspresif, tersaji “Long Nolongen”, yang berarti 'tolong menolong'. Pertunjukan ini mengangkat nilai sosial yang mengakar dalam keseharian masyarakat Madura. Di dapur—ruang yang kerap luput dari sorotan—perempuan menemukan kekuatan. Dapur menjadi ruang sosial, tempat cerita, tawa, dan solidaritas tumbuh. Melalui simbol-simbol peralatan masak, bahan-bahan makanan, hingga dinding rumah yang menyimpan jejak generasi, Long Nolongen merupakan potret gotong royong masyarakat Madura. Dari Blocking Theater Surabaya, “Chala” menembus ruang batin manusia; tentang kejujuran, kesadaran, dan perubahan. Melalui gerak, cahaya, dan bunyi, ...

Day 3 Trunojoyo Art Festival 2025 UKM Seni Nanggala

Gambar
Day 3 Trunojoyo Art Festival 2025 UKM Seni Nanggala Bangkalan, 13 Desember 2025— Hari ketiga Trunojoyo Art Festival 2025 pada 26 Oktober 2025 dalam rangka Dies Natalis ke-24 UKM Seni Nanggala menghadirkan rangkaian pertunjukan yang menjadi ruang pertemuan antara bunyi, gerak, dan ingatan tentang tanah, waktu, dan tubuh yang berdenyut dalam semangat Nusantara. Dari Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta dengan pertunjukan musik “Lokantara”, yang berarti Karya Lokal Nusantara. Melalui alunan yang merangkul ragam bunyi dari Banyuwangi, Bali, Papua, Kalimantan, Madura, hingga Jawa, Lokantara menjadi perayaan atas keberagaman dan harmoni. Setiap daerah menyumbang warna dan irama, berpadu menjadi komposisi musik yang dinamis. Dalam Lokantara, suara daerah tidak hanya terdengar—mereka bergaung sebagai identitas yang hidup, mengalun sebagai satu tubuh. Dari Sanggar Seni Dharma Budaya, tersaji pertunjukan tari “Gatra Paravan”, cermin perjalanan waktu yang berakar pada nilai sejarah masa lampau. Per...

Day 2 Trunojoyo Art Festival 2025 UKM Seni Nanggala

Gambar
Day 2 Trunojoyo Art Festival 2025 UKM Seni Nanggala Bangkalan, 12 November 2025— Pada hari kedua Dies Natalis UKM Seni Nanggala ke-24 tanggal 25 Oktober 2025, panggung Trunojoyo Art Festival 2025 menjadi wadah bagi tiga perupa performance art ; Artyoulooking, Dwi Januartanto, dan Lamijan—tiga tubuh yang berbeda, tapi sama-sama mengurai pencarian tentang manusia dan semestanya. Artyoulooking menafsirkan kehidupan sebagai ruang metamorfosis: manusia diberi waktu untuk menempuh perubahan jiwa dan raga. Tiap akhir bukanlahpenutup, melainkan gerbang menuju garis takdir baru. Tak semua perubahan lahir dari keindahan—ada yang tumbuh dari luka, berakar pada dendam, dan menyala dalam amarah. Sebuah perjalanan yang menyingkap cahaya dan bayangan, pilihan dan keterpaksaan. Dwi Januartanto mengajak penonton menapak dalam kenangan; mengganti sepatu lama dengan yang baru, lalu menginjakkan kaki di atas kanvas—meninggalkan jejak yang menjelma menjadi artefak. Dari kebiasaan masa kecil yang kini memud...

Day 1 Trunojoyo Art Festival 2025 UKM Seni Nanggala

Gambar
Day 1 Trunojoyo Art Festival 2025 UKM Seni Nanggala Bangkalan, 12 November 2025— Suasana malam di Gedung Student Center, Universitas Trunojoyo Madura terasa hangat ketika lampu-lampu mulai menyala, menandai bermulanya Trunojoyo Art Festival 2025. Acara ini merupakan puncak perayaan Dies Natalis UKM Seni Nanggala ke-24, sebuah momentum reflektif atas perjalanan panjang berkarya di lingkungan kampus. Pada hari pertama tanggal 24 Oktober 2025, panggung pementasan menampilkan tiga pertunjukan; Teater UKM Seni Nanggala, Tari oleh Dian Ayu Lestari, serta Musik Kolaborasi Dr. Chairul Slamet, M.Sn bersama UKM Seni Nanggala, Noriko, dan Iing Sayuti. Ketiganya berpadu menghadirkan kesatuan makna, seni sebagai cara manusia membaca dan memandang kehidupan. Pertunjukan teater UKM Seni Nanggala bertajuk Tanda Baca membuka malam dengan konsep simbolik yang mengajak penonton merenungi cara manusia memahami kehidupan modern. Dalam pertunjukan ini, tanda baca sebagai metafora ritme hidup; kapan berhent...

Temu Kerrong dan Malam Puisi—Acara Penutup Menuju Puncak Dies Natalis UKM Seni Nanggala

Gambar
Temu Kerrong dan Malam Puisi—Acara Penutup Menuju Puncak Dies Natalis UKM Seni Nanggala Bangkalan, 27 Oktober— Selepas dua rangkaian acara (Workshop Metode Penciptaan Karya dan Workshop Stage Manager) lalu, tibalah acara Temu Kerrong dan Malam Puisi pada 20 September 2025. Kolaborasi acara Temu Kerrong dan Malam Puisi merupakan rangkaian ketiga menuju puncak perayaan Dies Natalis UKM Seni Nanggala ke-24. Temu Kerrong bagai wadah suara muda menanyakan: bagaimana manajemen waktu di antara peran ganda, menjaga amanah, dan menumbuhkan jiwa keNanggalaan yang kadang hilang. Sementara Malam Puisi menjelma altar kata, mengumandangkan rima laksana doa.  Melalui acara Temu Kerrong yang mengembangkan kesadaran dan Malam Puisi yang menyalakan asa, UKM Seni Nanggala menutup rangkaian pra-Dies Natalis UKM Seni Nanggala ke-24. Kini jalan menuju puncak telah terbentang dan Nanggala berdiri di ambang perayaan. UKM Seni Nanggala; setiap berpijak, kami membajak!  Oleh: Intan Ramadhani

Papastèna Angèn Menggema di Balai Budaya Surabaya

Gambar
Papastèna Angèn Menggema di Balai Budaya Surabaya Bangkalan, 27 Oktober— Malam 17 Agustus 2025 menjadi saksi ketika angin menyampaikan pesan dari Madura ke jantung kota Surabaya. Dalam rangkaian ARTSUB, UKM Seni Nanggala kembali menyala melalui pertunjukan yang bertajuk Papastèna Angèn yang berlangsung di Gedung Teater Lt. 2, Balai Budaya Surabaya. Pertunjukan ini merupakan hasil rekonstruksi dari persembahan UKM Seni Nanggala di Eksotika Bromo yang lalu pada 21 Juni 2025. Begitu cahaya panggung perlahan menyala, doa berbahasa Madura yang diikuti dentuman musik daul membuka gerbang pertunjukan. Gedung pertunjukan seakan laksana bentang malam: gelap, tapi penuh dengung kehidupan. Musik daul yang mengalun berpadu dengan lakon aktor yang berbicara dengan gerak. Pertunjukan Papastèna Angèn membawa penonton menelusuri ulang relasi manusia dengan alam: bagaimana nelayan meminta laut dan pantai tanpa merampas dan mengembalikannya hati-hati sepenuh hati agar tak mati. "Setiap gemuruh yang...

Workshop Stage Manager Rangkaian Kedua Menuju Dies Natalis UKM Seni Nanggala ke-24

Gambar
Workshop Stage Manager Rangkaian Kedua Menuju Dies Natalis UKM Seni Nanggala ke-24 Bangkalan, 21 September 2025— Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Nanggala, Universitas Trunojoyo Madura kembali menggelar acara pra- dies natalis dalam rangka perayaan ke-24 tahun berdirinya. Pada Kamis, 18 September 2025, UKM Seni Nanggala menyelenggarakan Workshop Stage Manager di Gedung Student Center sebagai rangkaian kedua dari sejumlah agenda menuju acara puncak.  Workshop Stage Manager  menghadirkan Tasyha Bawolje—pengkaji seni sekaligus praktisi panggung yang saat ini menetap di Sidoarjo dan tengah menempuh studi Desain Interior di Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Tasyha atau akrab dipanggil Kak Chacu telah berkiprah luas dalam dunia seni, antara lain sebagai Artistik Director di Cemeti Jogja, Lighting Exhibition Designer pada Biennale Jatim XI, Asisten Technical Director Not Yet Festival Garasi Performance Institut Yogyakarta, Exhibition Designer Solo Performance Puri Senja, se...

Workshop Metode Penciptaan Karya sebagai Rangkaian Menuju Dies Natalis ke-24

Gambar
Workshop Metode Penciptaan Karya sebagai Rangkaian Menuju Dies Natalis ke-24 Bangkalan, 21 September 2025— UKM Seni Nanggala menyelenggarakan Workshop Metode Penciptaan Karya dengan menghadirkan Mas Anwari sebagai pemateri. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Minggu, 31 Agustus 2025 dan Senin, 1 September 2025 yang bertempat di Aula RKB-C Fakultas Keislaman. Workshop Metode Penciptaan Karya menjadi rangkaian pertama dari banyaknya rangkaian acara menuju puncak Dies Natalis UKM Seni Nanggala yang ke-24. Acara ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan dan wawancara kreatif anggota sekaligus membuka ruang refleksi atas perjalanan panjang UKM Seni Nanggala dalam berkesenian. Selama workshop berlangsung, materi yang disampaikan Mas Anwari berfokus pada tiga aspek utama pengkaryaan: impresi, persepsi, dan esensi. Melalui contoh sederhana seperti kopi—impresi (hitam), persepsi (pahit), dan esensi (mengandung kafein)—pemateri menjelaskan bahwa setiap karya lahir dari pengamatan, ana...

Sala Hatedu 12 Surakarta dan Palemahan UKM Seni Nanggala

Gambar
Sala Hatedu 12 Surakarta dan Palemahan UKM Seni Nanggala Bangkalan, 06 Agustus 2025— Anantara derap langkah seniman berbagai penjuru tanah nusantara, UKM Seni Nanggala menyuarakan doa tanah, manusia, dan semesta melalui pertunjukan teater bertajuk “Palemahan” pada gelaran Sala Hatedu 12: Merajut Mimpi Panggung Indonesia di Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta, 7–10 Juli 2025. Acara yang digagas oleh Omah Kreatif Arturah dan didukung oleh Taman Budaya Jawa Tengah ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Teater Dunia.  UKM Seni Nanggala menghadirkan "Palemahan" yang dimaknai sebagai ruang eksistensial manusia—baik secara fisik maupun spiritual. Karya ini terinspirasi dari filosofi "Nanggala" bagi masyarakat Madura serta filosofi Tri Hita Karana yang juga selaras dengan nilai-nilai Islam: menjaga hubungan dengan Tuhan (Parahyangan), sesama manusia (Pawongan), dan dengan alam semesta (Palemahan). Pertunjukan ini menyuarakan kegelisahan manusia modern yang sema...

UKM Seni Nanggala Ruwat Rawat Segoro Gunung: Sebuah Persembahan di Eksotika Bromo 2025

Gambar
UKM Seni Nanggala Ruwat Rawat Segoro Gunung: Sebuah Persembahan di Eksotika Bromo 2025 Surakarta, 08 Juli 2025— Di bawah langit kelabu dan debur angin yang menggigilkan tulang, UKM Seni Nanggala melangkah ke lautan pasir Bromo sebagai penjaga nyala jiwa nusantara. Dalam panggung alam yang megah, UKM Seni Nanggala menorehkan jejak seni dalam perhelatan Eksotika Bromo 2025 bertajuk “Ruwat Rawat Segoro Gunung”, yang berlangsung pada 20–22 Juni 2025. Tepat pada 21 Juni, saat embusan angin menyapu dingin dan kabut menyelimuti kaki gunung, UKM Seni Nanggala hadir dengan gemuruh tenang: pertunjukan yang menganyam tari, teater, musik, dan sastra dalam satu harmoni. Tubuh yang bergerak lirih di atas pasir menjadi doa dan suara yang dilagukan mengalun seperti mantra yang merawat ingatan.  Sejumlah kelompok seni dari berbagai penjuru tanah air turut menyemarakkan eksotisme Bromo dalam ajang budaya yang tak sekadar memikat mata, melainkan juga menggetarkan rasa. Suhu boleh membeku, tapi semang...

UKM Seni Nanggala di Malam Puncak Cakra Fest 2025 “Swaranusa”

Gambar
UKM Seni Nanggala di Malam Puncak Cakra Fest 2025 “Swaranusa” Surakarta, 07 Juli 2025— Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Nanggala kembali menunjukkan eksistensinya di kancah budaya dengan partisipasinya dalam acara malam puncak dan pameran budaya Cakra Fest 2025 bertajuk “Swaranusa”. UKM Seni Nanggala mempertunjukkan penampilan yang memukau penonton dari seluruh divisinya dalam satu rangkaian pertunjukan utuh.  Acara Cakra Fest 2025 berlangsung meriah di Pendopo Pratanu, Bangkalan, pada Kamis, 12 Juni 2025. Setiap segmen membawa penonton dalam perjalanan makna—dari lantunan puisi yang menggugah kesadaran, pementasan teater yang sarat nilai, alunan musik etnik yang membaur harmonis, dan tarian ekspresif yang menghidupkan semangat. Cakra Fest 2025 “Swaranusa” merupakan ajang budaya tahunan Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Trunojoyo Madura yang mengusung semangat persatuan dalam keberagaman. Dengan mengusung tema “Merayakan Identitas, Menyatukan Keberagaman”, acara ini menjadi pa...

UKM Seni Nanggala Gelar Nyangkruk Budaya Sastra “Kepenulisan Naskah”

Gambar
UKM Seni Nanggala Gelar Nyangkruk Budaya Sastra “Kepenulisan Naskah” Bangkalan, 31 Mei 2025— UKM Seni Nanggala kembali menunjukkan konsistensinya sebagai rumah kreatif bagi mahasiswa pecinta seni. Melalui agenda rutin tahunan Nyangkruk Budaya, tiap divisi UKM Seni Nanggala diberi panggung untuk menyuarakan ekspresi seni. Pada Selasa, 28 Mei 2025 pukul 19.00–22.00 WIB, Divisi Sastra lah yang mengambil alih sorotan dengan menggelar forum diskusi santai, tapi berbobot bertema "Kepenulisan Naskah". Acara nyangkruk budaya ini terselenggara di Cafe Joker, Jalan Raya Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura.  Acara ini dibuka dengan penampilan teatrikal puisi yang bertajuk "NUISATS" oleh anggota Divisi Sastra dan pembacaan puisi dari Rizal—salah satu anggota Divisi Sastra. Puncak acara diisi oleh pemateri utama, Yusril Ihza F. A. Beliau merupakan penulis naskah drama sekaligus sutradara yang aktif berpengalaman di Komunitas Teater Kaki Langit, Rabo Sore, dan Ma...

Bedah Sastra Puisi Kolaborasi UKM Seni Nanggala dan Organisasi Gempara

Gambar
Bedah Sastra Puisi Kolaborasi UKM Seni Nanggala dan Organisasi Gempara Bangkalan, 28 Mei 2025ー Dalam semangat memperkuat relasi dan komunikasi, UKM Seni Nanggala berkolaborasi dengan Organisasi Gempara. Keduanya menggelar kegiatan Bedah Sastra Puisi yang berlangsung di Café Bintang Sanga’. Kegiatan ini merupakan ruang temu antara komunitas seni untuk menumbuhkan apresiasi sastra yang lebih luas. Suasana hangat dan penuh semangat terlihat sejak awal acara dimulai. Acara diawali dengan penyampaian materi sastra oleh Intan Ramadhani selaku CO divisi Sastra dari UKM Seni Nanggala. Dalam pemaparannya, Intan membahas peran sastra sebagai cermin perasaan dan ruang kritik sosial yang membebaskan. Penyampaian ini membuka perspektif baru bagi para peserta tentang pentingnya sastra dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi kalangan muda. Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan penampilan musikalisasi puisi dari UKM Seni Nanggala yang berjudul "Dalam Jenggala Belantara" dan...

HATEDU oleh Teater Institute Surabaya Hadirkan “Gethir” dan Ragam Penampilan Teater

Gambar
HATEDU oleh Teater Institute Surabaya Hadirkan “Gethir” dan Ragam Penampilan Teater Bangkalan, 23 Mei 2025— Suasana penuh semangat seni terasa di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang diselenggarakan oleh Teater Institute Surabaya dalam gelaran HATEDU (Hari Teater Dunia) pada Senin, 12 Mei 2025. Acara ini menjadi ajang pertemuan para pecinta teater, termasuk kehadiran istimewa dari UKM Seni Nanggala yang membawakan pementasan berjudul “Gethir”.  Nando selaku Ketua 2 UKM Seni Nanggala memaparkan, "Pementasan ini memuat nilai-nilai kehidupan yang sebenarnya sudah ada sejak dulu, tapi sering kali tidak disadari atau mulai dilupakan oleh manusia saat ini. Hal-hal sederhana seperti permainan tradisional misalnya, ternyata menyimpan banyak pelajaran penting tentang kebersamaan, rasa syukur, dan cara menjalani hidup dengan damai". Melalui pertunjukan ini, UKM Seni Nanggala mengajak penonton untuk kembali mengingat hal-hal dari masa lalu yang penuh makna dan menyadari bahwa hal-ha...

Latihan Alam Patih Naga 2025: Ruang Karsa, Ruang Karya UKM Seni Nanggala

Gambar
Latihan Alam Patih Naga 2025: Ruang Karsa, Ruang Karya UKM Seni Nanggala Bangkalan, 08 Mei 2025— UKM Seni Nanggala, Universitas Trunojoyo Madura sukses menyelesaikan acara rutin tahunan Latihan Alam Patih Naga. Acara ini merupakan tahapan terakhir dari rangkaian tahapan yang mesti dihadapi calon anggota tetap untuk menjadi anggota tetap UKM Seni Nanggala. Bukan hanya sebagai momen penentu bagi calon anggota tetap, Latihan Alam Patih Naga 2025 juga sebagai ruang refleksi perjuangan dan pengorbanan dalam bingkai pengkaryaan dan kebersamaan. Terselenggara selama tiga hari dua malam, tepatnya pada 2–4 Mei 2025, Latihan Alam kali ini terlaksana di Balai Desa Ujung Piring, Bangkalan. Sebanyak 15 calon anggota tetap mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusiasme. Mereka berasal dari ke-lima divisi UKM Seni Nanggala: Sastra, Teater, Tari, Musik, dan Seni Rupa. Masing-masing membawa semangat dan harapan, serta tekad untuk menjadi bagian dari keluarga UKM Seni Nanggala. Hari pertama dibuka denga...

Omba’ Trunojoyo: Tarian UKM Seni Nanggala Jadi Sorotan di STKW Surabaya

Gambar
Omba’ Trunojoyo: Tarian UKM Seni Nanggala Jadi Sorotan di STKW Surabaya Surabaya, 26 April 2025 — Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya menjadi tuan rumah perayaan Hari Tari Dunia 2025. Acara yang digelar dengan semarak ini diikuti oleh berbagai komunitas seni Tari dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Lumajang, Malang, hingga Madura.  Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Nanggala Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Mereka membawakan tarian berjudul “Omba’ Trunojoyo”. “Omba'” dalam bahasa Madura berarti ombak atau gelombang. Melalui tarian ini, UKM Seni Nanggala menggambarkan bagaimana masyarakat pesisir Madura hidup berdampingan dengan laut, menghadapi tantangan hidup layaknya ombak yang datang silih berganti.  Tarian ini diiringi musik Daul khas Madura, yang dimainkan langsung oleh tim musik Nanggala. Irama yang kuat dan dinamis membuat penampilan semakin hidup. Enam penari diantaranya Shinta, Nova, I...

Semangat Keaktoran bersama UKM Seni Nanggala

Gambar
Semangat Keaktoran bersama UKM Seni Nanggala Bangkalan, 01 Mei 2025— UKM Seni Nanggala, Universitas Trunojoyo Madura menggelar program rutin Nyangkruk Budaya pada hari Sabtu, 19 April 2025. Nyangkruk budaya kali ini berfokus pada salah satu divisi UKM Seni Nanggala, yaitu Divisi Teater. Acara ini berlangsung di Gedung Students Center (GSC), Universitas Trunojoyo Madura. Workshop kali ini menghadirkan pemateri utama—Nurhayati atau akrab disapa Mak Yati. Mak Yati adalah sosok aktor perempuan dari Teater Api yang dulunya aktif berteater di Teater Cemara ketika berkuliah di STIESIA. Mak Yati membagikan pengetahuan dan wawasannya melalui pengalamannya tentang dunia seni peran kepada peserta yang hadir.  Pada acara ini Mak Yati juga didampingi oleh Mas Amir Bani Musran, seorang lulusan S1 Teater dan S2 Pengkaryaan Seni. Kehadiran Mas Amir memberikan perspektif tambahan dalam memahami proses kreatif di dunia teater. Keduanya berbagi pengalaman sekaligus mendampingi peserta dalam mengekspl...